Rabu, 19 September 2012

Kenakalan Remaja





Saat ini, di dunia yang semakin lama semakin tua ini, di zaman yang semakin lama kita katakana semakin maju ini, semakin banyak pula  perlakuan dan tingkah laku seseorang yaitu yang baik atau buruk, yang bermanfaat atau tidak, yang berdampak negative atau positif, dll. Tapi pada kesempatan ini saya hanya akan menekan pada tingkah laku remaja yang dinilai kurang baik bahkan tidak baik yaitu kenakalan remaja.
Akhir-akhir ini kerap sekali kita mendengar beberapa kasus yang terjadi di kalangan remaja. Seperti misalnya meninggalnya seorang remaja karena over dosis minuman keras, sabu2, ekstasi, dsb., bahkan tidak jarang kita mendengar kejadian hamil diluar nikah (MBA) di kalangan remaja putri, benar? Tapi hal tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada campur tangan dari seorang atau lebih remaja putra atau yang sudah bukan remaja lagi.
Tapi, kita tidak bisa lantas menyimpulkan bahwa remaja-remaja yang terjerumus dalam masalah tersebut disebabkan karena salah pergaulan akan tetapi ada banyak factor yang dapat menimbulkan hal-hal tersebut. Antara lain :

 
1.      Faktor Eksternal :
a.       Minimnya Pendidikan Yang Didapat
Minimnya pendidikan menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kenakalan remaja karena jika dibandingkan antara seseorang yang hanya menikmati bangku sekolah dalam waktu yang relatif singkat dengan orang yang bisa dikatakan bosan menikmati suasana sekolah atau semacamnya sangat berbeda. Jika orang yang sudah cukup lama berada di lingkungan pendidikan dari segi cara dia berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain bahasa yang dia gunakan dominan tertata dan baik. Begitu pula dengan tingkah lakunya. Tapi sebaliknya, orang yang hanya duduk tanpa rasa panas di bangku sekolah dia cenderung liar dan cara berfikirnya sangat pendek.

b.      Kurangnya Perhatian Dari Orang Tua
Faktor ini juga sangat mendominasi dalam kasus ini karena kesibukan orang tua yang hampir tidak ada waktu untuk berkumpul dengan keluarga terutama anaknya, membuat anak tersebut cepat merasa jenuh dan kurang kasih sayang. Hal inilah yang menyebabkan seorang remaja terkadang tidak terkendali dan berbuat semaunya.

c.       Kesalahan Dalam Memilih Teman
Ketika seseorang terutama remaja merasa jenuh di suatu tempat, secara otomatis dia akan mencari tempat yang menurutnya bisa membuat dia lebih nyaman. Dalam hal ini tempat tersebut adalah tempat “tidak baik”. Dan ketika seseorang  berada dalam pengaruh emosional atau merasa tertekan dia tidak akan berfikir panjang dalam memilih tempat tersebut. Itu artinya dia akan dengan cepat merasa nyaman ketika dia singgah di suatu tempat. Hal inilah yang menjadi poin berhaya bagi remaja karena tempat-tempat semacam itu di dominasi oleh orang-orang liar. Dan kebanyakan orang-orang dalam ranah tersebut suka mencari kesempatan untuk memanfaatkan orang baru. Sudah tidak diragukan lagi jika remaja ini akan “masuk ke lubang buaya”.

d.      Adanya Individualisme

Individualisme ini berarti adanya perasaan acuh dan seoalah tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh orang lain. misalnya, ada seseorang (A) yang melihat orang lain sedang minum-minuman keras (B) tapi si A ini sama sekali tidak menegur si B dalam artian dia pura-pura tidak tahu akan situasi tersebut sehingga si B ini juga tidak merasa sungkan melakukan hal tersebut. Ini mengakibatkan si B tidak ada kiat untuk berubah bahkan dapat menularkan kebiasaannya kepada orang lain. Tentu situasi inia kan sangat memprihatinkan.

2.      Faktor Internal :
a.       Tekanan Batin
Tekanan batin ini masih ada hubungannyadengan factor-faktor yang sudah saya sebutkan tadi karena tekanan batin dapat terjadi karena salah satu atau salah dua atau mungkin salah tiga dan seterusnya dari factor-faktor tersebut. Selain itu karena dia merasa kehidupan yang dia jalani saat itu terlalu rumit dan dia merasa tidak ada jalan keluar untuk masalahnya.

b.      Rasa Ingin Tahu Yang Sangat Besar
Tentu setiap orang mempunyai rasa ingin tahu tapi berbeda dengan remaja. Kenapa saya katakana demikian, karena rasa ingin tahu yang dimiliki oleh seorang remaja sangat besar. Hal itulah yang membuat remaja ingin mencoba hal-hal yang belum pernah dia ketahui dan dirasa menarik meskipun hal tersebut telah dia ketahui bahwa tidak boleh untuk melakukannya.
Kita sebagai generasi baru, generasi muda, generasi yang pintar, generasi yang akan menentukan keadaan di masa depan., mulai saat ini kita harus berusaha untuk berubah dan merubah segala hal yang tidak baik karena segala sesuatu yang baik adalah hal yang benar-benar akan membawa kita pada kebahagiaan dan kedamaian.  Sehingga suatu hari akan ada kata tidak ada lagi kenakalan remaja. Dan oleh karenaya, citra remaja pun kembali dipandang baik oleh dunia dan isinya. Dan yakinkan diri kita bahwa nasib kita tergantung pada kita sendiri bukan kita yang tergantung pada nasib.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar